Kekecewaan Manajemen dan Potensi Hambatan Tim Borneo FC Kecewa Aturan Asisten Pelatih Berlisensi A Mendadak, Khawatir Ganggu Persiapan Musim

1000628231

SAMARINDA — Persiapan Borneo FC menjelang bergulirnya Liga 1 musim 2026/2027 terancam terganggu akibat munculnya kewajiban baru dari PSSI. Regulasi tersebut mewajibkan setiap klub memiliki dua asisten pelatih lokal berlisensi A, yang dinilai manajemen Borneo FC disampaikan secara mendadak.

Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, meluapkan kekecewaannya karena informasi aturan ini baru diterima saat tim sedang gencar melakukan persiapan.

Menurutnya, mepetnya tenggat waktu membuat klub kesulitan memenuhi persyaratan tersebut.”Kenapa regulasi itu baru disampaikan sekarang, bukan dari kemarin-kemarin? Jangan sampai kami terhalang karena tidak punya asisten pelatih lokal berlisensi A.

Dengan waktu yang sempit ini, tentu menjadi masalah bagi kami,” tegas Dandri.Dandri menjelaskan, berburu pelatih lokal berlisensi A saat ini sangat sulit karena mayoritas dari mereka sudah terikat kontrak dengan klub Liga 2. Idealnya, aturan semacam ini disosialisasikan setidaknya satu tahun sebelumnya agar klub memiliki waktu berburu pelatih yang cukup.

Selain masalah timing, Dandri juga mengkritik alur penyampaian informasi. Menurutnya, regulasi krusial seperti ini seharusnya diumumkan langsung oleh PSSI sebagai federasi, bukan melalui operator kompetisi, PT Liga.

Guna menyikapi situasi ini, Borneo FC berencana mengajak 17 klub Liga 1 lainnya untuk duduk bersama dan meninjau ulang aturan tersebut agar tidak merugikan persiapan tim menjelang musim baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *