
BONTANG – Kecelakaan beruntun melibatkan empat truk terjadi di Jalan Poros Samarinda-Bontang, tepatnya di Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Rabu (12/8/2026) malam.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WITA ketika arus kendaraan dari arah Samarinda menuju Bontang sedang padat dan mengalami antrean. Kecelakaan kemudian melibatkan truk pengangkut cairan perusahaan, truk tangki pengangkut solar, serta dua truk pengangkut tabung LPG.
Berdasarkan keterangan polisi, kecelakaan bermula ketika sebuah truk putih pengangkut cairan perusahaan bernomor polisi KT 8110 ZU melaju dari arah Samarinda menuju Bontang.
Saat tiba di lokasi kejadian, pengemudi truk tersebut diduga tidak mengetahui adanya antrean kendaraan di depannya. Akibatnya, kendaraan tidak sempat mengurangi kecepatan dan pengemudi berupaya menghindari dua kendaraan yang berada di depannya dengan mengambil jalur berlawanan.
Namun, dari arah berlawanan melaju sebuah truk tangki yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan antara kedua kendaraan tidak dapat dihindari.
Setelah menghantam truk tangki tersebut, truk KT 8110 ZU kembali membanting kemudi. Kendaraan kemudian menabrak sebuah truk pengangkut tabung LPG yang berada di jalur tersebut.
Benturan itu membuat truk pengangkut LPG terdorong ke depan dan kemudian menghantam truk LPG lainnya. Rangkaian tabrakan tersebut akhirnya melibatkan empat kendaraan sekaligus.
Kasat Lantas Polres Bontang AKP Purwo Asmadi membenarkan adanya empat kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian.
Akibat benturan keras, salah seorang sopir truk pengangkut LPG sempat terjepit di dalam kabin. Petugas gabungan kemudian melakukan proses evakuasi dan berhasil mengeluarkan korban dari kendaraan.
Sopir tersebut dinyatakan selamat, meski mengalami luka pada bagian paha. Setelah dievakuasi, korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit di Samarinda. Sementara tiga pengemudi truk lainnya dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka.
Kecelakaan tersebut juga menyebabkan arus lalu lintas di jalur utama Bontang-Samarinda terganggu. Posisi empat truk yang berada di badan jalan membuat kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas dengan normal.
Proses evakuasi kendaraan berlangsung cukup lama karena petugas menghadapi keterbatasan alat berat. Polisi bahkan mengimbau pengendara untuk sementara menggunakan jalur alternatif melalui kawasan pesisir.
Seluruh kendaraan akhirnya berhasil dievakuasi setelah proses penanganan berlangsung sekitar sembilan jam. Jalur Poros Bontang-Samarinda kemudian kembali dapat dilintasi sekitar pukul 04.30 WITA pada Kamis (13/8/2026).
Sementara itu, pengemudi truk putih KT 8110 ZU masih menjalani pemeriksaan di Pos PJR untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan tersebut. Polisi masih mendalami faktor penyebab kecelakaan dan rangkaian kejadian secara keseluruhan.
