Aruskata.com – Proyek pengendalian banjir di Kolam Retensi Sempaja menjadi sorotan DPRD Kota Samarinda setelah dilakukan tinjauan lapangan oleh Pansus LKPj.
Wakil Ketua Pansus, Abdul Rohim, menyebut ada dua persoalan utama: kualitas pengerjaan dan belum optimalnya fungsi infrastruktur tersebut.
Dengan total anggaran mencapai Rp28 miliar, proyek ini dinilai belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Sayang anggaran besar, tapi fungsinya belum bisa dirasakan,” tegasnya.
Permasalahan utama terletak pada sistem outlet yang belum tersambung ke drainase utama, sehingga air yang masuk ke kolam tidak dapat dialirkan keluar.
DPRD menilai persoalan ini seharusnya dapat diantisipasi sejak tahap perencanaan, termasuk terkait pembebasan lahan.
Ke depan, DPRD mendorong adanya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dan legislatif agar setiap proyek infrastruktur benar-benar memberikan dampak nyata. (gby/adv)
