Arif Kurniawan: Penanganan Banjir Harus Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir

123d1e51 c300 4b21 9235 a3fa25b78c40

Aruskata.com, Samarinda – Curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu genangan di sejumlah wilayah Kota Samarinda. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari DPRD Kota Samarinda yang menilai penanganan banjir perlu dilakukan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arif Kurniawan, mengatakan upaya pengendalian banjir tidak cukup hanya dengan membangun drainase atau memperbesar saluran air di beberapa titik tanpa perencanaan yang menyeluruh.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengendali banjir harus memperhatikan keterhubungan aliran air dari hulu hingga hilir agar fungsi drainase dapat berjalan optimal.

“Pemkot perlu mengkaji penanganan banjir secara komprehensif. Jangan sporadis. Bikin parit tapi sodetannya tidak dibuat, drainase dibangun tetapi elevasinya tidak diperhatikan,” ujarnya.

Selain pembangunan drainase, Arif menilai pemerintah juga perlu memperkuat pembangunan folder, kolam retensi, sodetan, serta normalisasi sungai secara berkala. Tingginya sedimentasi di sejumlah anak sungai disebut menjadi salah satu penyebab aliran air tidak berjalan maksimal saat hujan deras.

Ia juga menyoroti kondisi sejumlah anak sungai yang semakin menyempit akibat perkembangan permukiman di kawasan bantaran sungai. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas aliran air berkurang dan meningkatkan potensi genangan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

DPRD Samarinda juga tengah mendorong penyusunan regulasi mengenai sempadan sungai sebagai langkah jangka panjang untuk menjaga fungsi kawasan aliran air dan mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

“Penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya. (adv/gby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *