Aruskata.com, Samarinda – Rencana pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Di tengah belum adanya kepastian mengenai siapa yang akan memimpin upacara di IKN, lembaga legislatif tersebut berharap masyarakat Kalimantan Timur dapat turut mengambil bagian dalam momentum bersejarah itu.
Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaksanaan upacara peringatan HUT Kemerdekaan pada 17 Agustus tetap direncanakan berlangsung di IKN. Namun, terkait kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto maupun Wakil Presiden, dirinya mengaku belum memperoleh kepastian.
“Kalau soal itu saya belum tahu persis. Yang jelas informasinya pelaksanaan 17 Agustus di IKN tetap ada. Di Jakarta juga ada, tetapi apakah yang hadir Presiden atau Wakil Presiden, saya belum mendapat kepastian,” ujar Helmi, Selasa (21/7).
Menurut Helmi, pelaksanaan upacara kemerdekaan di IKN memiliki arti penting bagi Kalimantan Timur. Karena itu, ia berharap momentum tersebut tidak hanya menjadi agenda kenegaraan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat daerah untuk ikut terlibat.
Ia menilai kehadiran masyarakat, komunitas lokal, hingga unsur pimpinan daerah akan memberikan kebanggaan tersendiri. Apalagi, IKN berada di wilayah Kalimantan Timur sehingga masyarakat setempat dinilai layak mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari sejarah perjalanan ibu kota baru Indonesia.
“Harapan kami, masyarakat Kalimantan Timur bisa dilibatkan. Syukur-syukur komunitas yang ada di Samarinda juga diberi kesempatan hadir atau ikut berpartisipasi. Termasuk unsur pimpinan daerah, sehingga ada rasa bangga karena bisa menjadi bagian dari sejarah di IKN,” katanya.
Helmi juga menyampaikan harapannya agar Presiden Prabowo Subianto dapat hadir dan memimpin langsung upacara kemerdekaan di IKN. Kendati demikian, ia memahami keputusan mengenai pelaksanaan upacara serta siapa yang akan memimpin sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat dan panitia penyelenggara.
“Kita tentu berharap Pak Presiden bisa hadir. Tapi kita juga memahami kesibukan beliau sangat padat. Jadi semuanya kita serahkan kepada panitia yang mempersiapkan pelaksanaan upacara nanti,” pungkasnya. (adv/gby)
