Ismail Latisi Soroti Kekurangan Guru dan Infrastruktur Pendidikan

img 1786

Aruskata.com, Samarinda – Rencana penerapan kurikulum coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sekolah-sekolah Kota Samarinda mendapat dukungan dari DPRD Kota Samarinda. Namun, program tersebut dinilai harus diiringi dengan kesiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia yang memadai.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan transformasi pendidikan berbasis teknologi tidak cukup hanya melalui penyusunan kurikulum dan pelatihan guru. Pemerintah juga harus memastikan seluruh sekolah memiliki fasilitas pendukung yang memadai.

“Kita tidak hanya berbicara soal pelatihan guru, tetapi juga penyiapan sarana dan prasarana. Ini menjadi pekerjaan besar yang harus diperhatikan karena ada ratusan sekolah yang akan menerapkan program tersebut,” ujarnya.

Menurut Ismail, pemerataan akses teknologi menjadi faktor penting agar penerapan kurikulum coding dan AI tidak menimbulkan kesenjangan baru antar sekolah.

Selain persoalan infrastruktur, DPRD juga menyoroti masih tingginya kebutuhan tenaga pendidik di Samarinda. Saat ini, kekurangan guru diperkirakan mencapai sekitar 700 orang.

Ia berharap pemerintah dapat menyiapkan strategi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut agar kualitas layanan pendidikan tetap terjaga.

“Kalau satu hari saja guru tidak ada, banyak siswa yang tidak terlayani. Dampaknya tentu sangat besar terhadap kualitas pendidikan,” tegasnya.

DPRD Samarinda menilai keberhasilan transformasi pendidikan harus didukung secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan guru, pemerataan fasilitas teknologi, hingga peningkatan kualitas tenaga pendidik. (adv/gby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *