Helmi Abdullah Soroti Antrean SPBU Samarinda: Jangan Sampai Masyarakat Dirugikan

dsc2054

Aruskata.com, Samarinda – Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Samarinda menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat apabila ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tidak segera kembali normal.

Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah meminta PT Pertamina memastikan pasokan BBM untuk wilayah Samarinda dapat terpenuhi secara optimal. Menurutnya, kelancaran distribusi dan ketersediaan BBM merupakan hal penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Bagaimanapun juga ketika itu pasokannya berkurang, pastilah masyarakat juga mendapat kerugiannya,” ujar Helmi, Rabu (22/7/2026).

Untuk mengetahui persoalan yang terjadi di lapangan, Helmi berencana meminta Komisi II DPRD Kota Samarinda berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab terjadinya antrean sekaligus memastikan kondisi pasokan BBM di sejumlah SPBU.

Menurutnya, persoalan ketersediaan BBM perlu segera mendapat perhatian, terlebih Samarinda tengah memasuki momentum menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai kegiatan masyarakat diperkirakan meningkatkan mobilitas warga dan secara otomatis turut mendorong kebutuhan bahan bakar.

“Ya, kita berharap semoga ini cepat lewat lah, semoga kembali normal,” katanya.

Helmi juga memahami adanya keluhan masyarakat terkait panjangnya antrean di SPBU. Salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi tersebut adalah perbedaan harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi, yang membuat masyarakat cenderung memilih BBM bersubsidi.

Di sisi lain, Helmi menilai kondisi distribusi BBM juga tidak terlepas dari persoalan yang lebih luas di tingkat nasional dan global. Situasi geopolitik, termasuk dinamika di kawasan Selat Hormuz, disebut turut memberikan pengaruh terhadap rantai pasok energi di kawasan.

Kendati demikian, ia berharap berbagai kendala yang memengaruhi distribusi BBM dapat segera teratasi sehingga masyarakat Samarinda tidak harus menghadapi antrean panjang dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar.

“Mudah-mudahan itu juga cepat berlalu lah,” pungkas Helmi. (adv/gby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *