Gelap dan Dipenuhi Parkir Liar, Polder Air Hitam Jadi Perhatian DPRD

img 20260812 wa0013

Aruskata.com, Samarinda – Kondisi Polder Air Hitam yang minim penerangan pada malam hari serta semrawutnya tata kelola parkir mendapat perhatian serius DPRD Kota Samarinda. Kawasan yang menjadi salah satu ruang publik favorit warga tersebut dinilai perlu segera ditata agar tetap aman, nyaman dan tidak menjadi lokasi yang rawan gangguan keamanan maupun tindakan yang meresahkan masyarakat.

Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah mengatakan, persoalan minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan tersebut perlu segera dikoordinasikan dengan perangkat daerah teknis. Menurutnya, kondisi kawasan publik yang gelap pada malam hari dapat menimbulkan kerawanan apabila tidak segera ditangani.

“Nanti kita coba tanya nanti dengan dinas yang terkait. Karena kalau sudah meresahkan, itu bahaya juga tuh nanti,” tegas Helmi.

Selain penerangan, penataan parkir menjadi persoalan lain yang ikut mendapat sorotan. Tingginya aktivitas pengunjung Polder Air Hitam membuat kendaraan kerap memanfaatkan bahu jalan sebagai lokasi parkir, sehingga berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan kawasan.

Helmi menilai penyediaan fasilitas parkir yang lebih terstruktur dapat menjadi solusi. Selain memberikan kenyamanan kepada pengunjung, pengelolaan parkir secara resmi juga berpeluang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila dikelola sesuai ketentuan.

“Ya sebenarnya sih kalau itu bisa, kenapa tidak kan? Artinya kalau kita menyiapkan fasilitas parkir yang berjualan juga punya fasilitas juga kan, sehingga orang datang ada tujuan ke sana,” ujarnya.

Di sisi lain, Helmi menyambut positif geliat ekonomi masyarakat di sekitar Polder Air Hitam. Kehadiran pedagang dan pelaku UMKM dinilai memberikan manfaat ekonomi sekaligus membuat kawasan tersebut semakin hidup.

Namun, dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat harus tetap diiringi tanggung jawab menjaga kebersihan dan ketertiban. Pedagang maupun pengunjung diharapkan tidak menjadikan peningkatan aktivitas sebagai alasan mengabaikan kondisi lingkungan ruang publik.

“Selama itu memberikan manfaat kepada masyarakat untuk berjualan dan menambah ekonomi mereka kan, saya kira kita support saja,” tutur Helmi.

DPRD Samarinda selanjutnya akan mendorong koordinasi dengan dinas teknis terkait, khususnya instansi yang menangani penerangan jalan dan perhubungan. Penataan PJU, parkir serta aktivitas masyarakat diharapkan dapat dilakukan secara terpadu agar Polder Air Hitam tidak hanya ramai, tetapi juga aman dan nyaman digunakan.

“Ya paling tidak nanti kita coba koordinasi dengan dinas yang terkaitlah,” jelasnya.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan Polder Air Hitam sebagai ruang publik yang semakin tertata, mendukung aktivitas UMKM, memberikan rasa aman bagi pengunjung, sekaligus membuka peluang optimalisasi potensi PAD melalui pengelolaan fasilitas yang lebih baik. (adv/gby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *