DPRD Samarinda Desak Pemkot Tak Cuma Andalkan Pajak, Sumber PAD Baru Harus Diburu

dsc5609

Aruskata.com, Samarinda – Di tengah kondisi fiskal yang semakin terbatas dan kebijakan efisiensi anggaran, DPRD Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemerintah dinilai perlu mengoptimalkan sumber pendapatan yang sudah ada sekaligus berani membuka sumber penerimaan baru.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan, penguatan PAD dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yakni intensifikasi terhadap sumber pendapatan yang selama ini telah berjalan dan ekstensifikasi dengan menggali potensi baru di luar sektor yang selama ini menjadi andalan.

Menurut Deni, sektor pajak masih menjadi salah satu penopang utama PAD Samarinda. Karena itu, optimalisasi penerimaan perlu dilakukan dengan memperkuat pengawasan terhadap berbagai sektor usaha, termasuk makanan dan minuman, restoran serta sumber pajak daerah lainnya.

“Yang sudah ada ini harus kita maksimalkan. Artinya, sumber-sumber pajak yang selama ini menjadi penopang PAD harus terus kita optimalkan,” ujar Deni.

Namun, ia menilai peningkatan PAD tidak dapat selamanya bergantung pada sektor pajak. Pemkot perlu memperluas basis pendapatan dengan mengidentifikasi potensi ekonomi yang selama ini belum dikelola secara maksimal.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar adalah pariwisata. Aktivitas wisata di Samarinda mulai berkembang, tetapi potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya dikonversi menjadi kekuatan ekonomi dan sumber penerimaan daerah.

“Pariwisata yang ada di Kota Samarinda ini banyak mulai tumbuh, tapi pemerintah kota belum hadir di sana. Nah, ini juga menjadi sumber PAD kita,” kata Deni.

Selain pariwisata, sektor investasi juga menjadi perhatian DPRD. Masuknya investasi ke Samarinda dinilai harus diikuti dengan strategi pemerintah daerah agar aktivitas ekonomi yang tercipta mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah.

Deni menilai, kondisi efisiensi justru harus menjadi momentum bagi Pemkot untuk lebih kreatif mencari sumber penerimaan. Pemerintah tidak cukup hanya memangkas belanja, tetapi juga perlu memperkuat sisi pendapatan agar ruang fiskal daerah tetap terjaga.

Salah satu bentuk inovasi yang telah dikembangkan Pemkot Samarinda adalah produk air minum dalam kemasan Samaqua. Menurut Deni, langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah dapat menciptakan model usaha baru yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap PAD.

Bagi DPRD, optimalisasi PAD menjadi semakin penting ketika kemampuan fiskal daerah menghadapi tekanan. Setiap potensi pendapatan harus dipetakan, diawasi dan dikelola secara profesional agar tidak menjadi peluang yang terlewatkan.

“Artinya adalah mengorek PAD di tengah kondisi efisiensi,” pungkasnya. (adv/gby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *