Komisi IV DPRD: Sekolah Rakyat Buktikan Pendidikan Berkualitas untuk Anak Kurang Mampu

img 20260707 wa0022

Aruskata.com, SAMARINDA – Program Sekolah Rakyat di Kota Samarinda terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. DPRD Kota Samarinda menilai pelaksanaan program yang baru berjalan sekitar satu tahun telah memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter maupun peningkatan kualitas pendidikan peserta didik.

Saat ini, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat masih berlangsung di tiga lokasi sementara, yakni BPMP Kalimantan Timur, BPVP Samarinda, serta kawasan yang berdampingan dengan SMAN 16 Samarinda di Jalan Perjuangan. Sementara itu, pembangunan sekolah rakyat permanen di kawasan Palaran terus dipercepat dan diproyeksikan mulai digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahroni Pasie, mengatakan salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kualitas tenaga pendidik yang bertugas di Sekolah Rakyat. Menurutnya, mayoritas guru merupakan tenaga muda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Seleksi gurunya bukan hanya dari Samarinda, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Indonesia. Seluruh Indonesia juga ada yang mengajar di sini,” ujar Novan.

Meski didominasi tenaga pengajar berusia muda, Novan menilai proses pembelajaran berjalan efektif. Ia melihat perubahan positif pada peserta didik, mulai dari peningkatan kedisiplinan, pembentukan karakter, hingga perkembangan kemampuan akademik dalam waktu yang relatif singkat.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pengalaman mengajar, tetapi juga semangat, kompetensi, dan metode pembelajaran yang diterapkan oleh para tenaga pendidik.

Novan juga mengungkapkan bahwa mayoritas siswa yang mengikuti program berasal dari kelompok masyarakat desil 1 dan 2 atau keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu. Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat dinilai mampu menghadirkan kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

“Padahal siswa-siswa ini memiliki latar belakang desil 1 dan 2, yang masuk dalam kategori masyarakat kurang mampu,” jelasnya.

DPRD Kota Samarinda berharap pembangunan sekolah rakyat permanen di Palaran dapat semakin memperkuat pemerataan layanan pendidikan sekaligus membuka kesempatan yang lebih besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik. (adv/gby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *