Kamar Rawat Penuh, DPRD Samarinda Minta Rumah Sakit Beri Kepastian kepada Pasien

gambar berita 2 aruskata

Aruskata.com, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menyoroti pelayanan rumah sakit ketika pasien belum mendapatkan ruang perawatan akibat kapasitas kamar yang penuh. Ia meminta rumah sakit memberikan informasi secara terbuka kepada pasien dan keluarga sejak awal.

Menurut Anhar, keluarga pasien berhak mengetahui kondisi ketersediaan kamar, perkiraan waktu tunggu, serta langkah yang sedang dilakukan pihak rumah sakit untuk menangani situasi tersebut.

“Kalau kamar belum tersedia, keluarga harus diberi penjelasan sejak awal. Sampaikan juga perkiraan waktu tunggunya agar mereka mengetahui kondisi yang sedang dihadapi,” kata Anhar, Kamis (1/10/2026).

Pernyataan itu disampaikan menyusul informasi mengenai seorang pasien yang disebut menunggu sekitar delapan jam untuk memperoleh ruang perawatan sebelum kemudian dikabarkan meninggal dunia.

Anhar tidak menyimpulkan bahwa lamanya waktu tunggu tersebut menjadi penyebab meninggalnya pasien. Ia menilai, diperlukan informasi dan penelusuran lebih lengkap agar persoalan tersebut dapat dipahami secara utuh.

Meski demikian, kejadian itu dinilai perlu menjadi bahan evaluasi terhadap mekanisme pelayanan rumah sakit, terutama dalam memberikan kepastian kepada pasien ketika ruang rawat belum tersedia.

“Jangan sampai pasien dan keluarganya menunggu berjam-jam tanpa mendapatkan kejelasan. Mereka harus tahu bagaimana kondisi ruang rawat dan langkah yang sedang dilakukan rumah sakit,” ujarnya.

Anhar berharap rumah sakit memperkuat komunikasi dengan pasien dan keluarga agar proses pelayanan berjalan lebih transparan, terarah, serta memberikan kepastian di tengah keterbatasan kapasitas ruang perawatan.

(adv/gby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *