Aruskata.com, Samarinda – Sekretaris Komisi I DPRD Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menyoroti pemerataan pembangunan yang dinilai belum sepenuhnya menjangkau wilayah pinggiran. Ia meminta pemerintah memastikan pertumbuhan kota turut dirasakan masyarakat yang tinggal jauh dari pusat aktivitas perkotaan.
Menurut Ronal, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari perubahan di pusat kota. Pemerintah juga perlu memperhatikan kawasan yang masih memiliki keterbatasan akses, baik terhadap infrastruktur, fasilitas publik, maupun pelayanan dasar.
“Memang dirasakan belum adanya rasa keadilan kepada warga lokal, yang sewajarnya mereka dapatkan hak-haknya,” ujar Ronal, Rabu (7/10/2026).
Ia menilai wilayah yang masih terisolasi membutuhkan perhatian lebih agar kesenjangan akses dengan kawasan perkotaan dapat dikurangi. Penyediaan infrastruktur dasar dan peningkatan konektivitas dinilai penting untuk membuka akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan pemerintah, serta peluang ekonomi.
Selain pembangunan fisik, Ronal mengingatkan pentingnya menghormati karakteristik sosial dan budaya masyarakat setempat. Menurutnya, kebijakan pembangunan perlu mempertimbangkan hak-hak warga lokal agar pertumbuhan kota tidak mengabaikan keberadaan masyarakat yang telah lebih dahulu hidup di wilayah tersebut.
“Rasa keadilan mungkin lewat pemaknaan kita menghargai kebudayaannya, kita menghargai hak-hak mereka sebagai orang asli, pribumi lokal. Mungkin saya lihat wajar dan pantas untuk disuarakan,” katanya.
Ronal menegaskan, pemerataan bukan berarti setiap wilayah harus mendapatkan bentuk pembangunan yang seragam. Sebaliknya, kebijakan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan persoalan masing-masing kawasan.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Hak-hak warga lokal juga kita harus perhatikan,” tegasnya.
Ia berharap persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan prioritas pembangunan berikutnya. Dengan perhatian yang lebih proporsional terhadap kawasan pinggiran, manfaat pertumbuhan Kota Samarinda diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
(adv/gby)