Aruskata.com, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menilai keberhasilan upaya pencegahan penyakit tidak hanya bergantung pada regulasi pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Penguatan peran komunitas dinilai menjadi langkah penting dalam membangun sistem kesehatan yang lebih preventif dan responsif terhadap berbagai persoalan di lingkungan.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah, mengatakan masyarakat yang berada di tingkat lingkungan memiliki posisi strategis dalam mendeteksi lebih dini potensi masalah kesehatan. Tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) dinilai menjadi pihak yang paling dekat dengan aktivitas warga sehingga mampu mengenali berbagai perubahan yang terjadi di sekitarnya.
“Mereka yang berada di lingkungan itu, biasanya lebih dulu mengetahui kalau ada hal yang tidak biasa terjadi di masyarakat. Dari situ informasi bisa cepat diteruskan ke pihak terkait, untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Menurut Harminsyah, pola penanganan kesehatan ke depan perlu lebih menitikberatkan pada upaya pencegahan dibandingkan penanganan setelah kasus terjadi. Melalui penguatan jejaring sosial di tingkat masyarakat, berbagai potensi penyebaran penyakit diharapkan dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat.
Ia menjelaskan, regulasi mengenai penanganan penyakit sebenarnya telah banyak disusun oleh pemerintah pusat. Karena itu, tantangan di daerah saat ini adalah memastikan seluruh pihak mampu bekerja sama dalam mengimplementasikan aturan tersebut secara efektif.
“Regulasi dari pusat sudah cukup banyak. Yang menjadi pekerjaan kita di daerah adalah memastikan semua unsur bisa berjalan bersama, bukan bekerja sendiri-sendiri,” katanya.
Harminsyah juga mendorong agar sistem deteksi dini terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan berbagai organisasi kemasyarakatan. Dengan sinergi tersebut, upaya pencegahan diharapkan mampu menekan potensi penyebaran penyakit sebelum berkembang lebih luas.
DPRD Kota Samarinda berharap pendekatan berbasis komunitas dapat menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan lingkungan. (adv/gby)
