Aruskata.com, Samarinda – Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda kembali menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Meski pembangunan pasar tersebut telah menghabiskan anggaran mencapai ratusan miliar rupiah, keberadaannya dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap geliat ekonomi masyarakat maupun aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, mengatakan besarnya anggaran yang telah dikucurkan semestinya diikuti dengan meningkatnya aktivitas ekonomi. Namun berdasarkan kondisi di lapangan, jumlah pengunjung maupun transaksi di Pasar Pagi masih belum sesuai dengan harapan.
“Kita lihat sekarang Pasar Pagi, sudah mengeluarkan dana 400 sampai 500 miliar, tapi yang datang ke sana masih sepi,” ujarnya.
Menurut Romadhony, revitalisasi Pasar Pagi sejak awal dirancang sebagai pusat perdagangan modern yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi Kota Samarinda. Kehadiran fasilitas yang lebih representatif diharapkan dapat menarik lebih banyak pedagang maupun masyarakat untuk kembali beraktivitas di kawasan tersebut.
Namun hingga saat ini, harapan tersebut dinilai belum sepenuhnya terwujud. Ia menilai perputaran ekonomi yang diharapkan tumbuh dari keberadaan pasar itu masih perlu didorong melalui berbagai langkah lanjutan.
“Harapannya Pasar Pagi itu bisa meningkatkan perputaran ekonomi yang masif di Samarinda,” katanya.
Meski demikian, Romadhony mengakui bahwa kondisi saat ini masih berada pada tahap awal setelah revitalisasi selesai. Proses adaptasi pedagang dan masyarakat dinilai membutuhkan waktu hingga aktivitas perdagangan kembali berjalan normal.
Kendati begitu, ia menegaskan pemerintah kota tidak boleh hanya berhenti pada penyelesaian pembangunan fisik. Menurutnya, diperlukan strategi yang mampu menghadirkan keramaian, meningkatkan daya tarik pasar, serta memastikan keberlangsungan aktivitas ekonomi di dalamnya.
“Masih tahap awal, kita bisa maklumi. Tapi ke depan pemerintah kota harus mencari solusi bagaimana Pasar Pagi ini bisa menjamin keberlangsungan perputaran ekonomi,” tegasnya.
Ia berharap investasi besar yang berasal dari pajak masyarakat benar-benar memberikan manfaat nyata, khususnya bagi pedagang kecil dan pelaku usaha yang menggantungkan penghidupannya pada aktivitas pasar.
“Sudah dibangun megah dari pajak masyarakat Kota Samarinda, tapi kami khawatir tidak berdampak apa-apa untuk masyarakatnya,” pungkasnya. (adv/gby)
