Aruskata.com, Samarinda – DPRD Kota Samarinda menegaskan bahwa proyek-proyek infrastruktur berskala besar yang telah dibangun pemerintah daerah harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Keberadaan proyek strategis tidak cukup hanya selesai secara fisik, tetapi juga harus segera dioperasikan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan konektivitas di Kota Tepian.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama, mengatakan sejumlah proyek mercusuar kini telah memasuki tahap akhir penyelesaian. Salah satu yang menjadi perhatian adalah proyek terowongan Samarinda yang tinggal menunggu penyelesaian proses perizinan sebelum dapat difungsikan.
“Kalau untuk arah pembangunan, kita ada beberapa proyek mercusuar yang sudah selesai seperti terowongan, itu sepertinya tinggal perizinannya saja,” ujarnya.
Menurut Romadhony, proyek infrastruktur dengan nilai investasi yang besar harus mampu memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Kehadiran terowongan diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas, meningkatkan mobilitas warga, sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di berbagai kawasan Kota Samarinda.
“Semoga proyek besar seperti ini ada dampaknya untuk pembangunan ekonomi, bisa mengangkat pertumbuhan ekonomi di Samarinda,” katanya.
Ia menjelaskan, Komisi III DPRD Samarinda terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda untuk memantau perkembangan penyelesaian proyek tersebut. Dari hasil komunikasi yang dilakukan, kendala utama saat ini berada pada proses administrasi dan perizinan.
“Kami sempat komunikasi dengan PUPR, ternyata memang perizinannya belum keluar, tapi sudah diupayakan oleh pemerintah kota melalui PUPR,” jelasnya.
Romadhony berharap seluruh proses administrasi dapat segera dirampungkan sehingga masyarakat dapat segera menikmati manfaat dari proyek strategis tersebut. Menurutnya, percepatan operasional menjadi langkah penting agar investasi yang telah dikeluarkan pemerintah benar-benar memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah.
Ia optimistis apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan terowongan sudah dapat mulai dioperasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Semoga satu atau dua bulan ini sudah bisa beroperasi, dan bisa dirasakan masyarakat Samarinda,” pungkasnya. (adv/gby)
