Aruskata.com, Samarinda – Wacana pemindahan pelabuhan penumpang ke kawasan Palaran mendapat dukungan DPRD Kota Samarinda. Selain dinilai dapat membantu mengurai aktivitas transportasi di kawasan pusat kota, pemindahan tersebut diyakini mampu membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda Jasno mengatakan, keberadaan terminal penumpang di Palaran berpotensi menjadi stimulus bagi perkembangan sektor usaha masyarakat, khususnya UMKM dan jasa lokal.
“Kalau terminal penumpang resmi beroperasi di Palaran, pasti aktivitas ekonomi masyarakat sekitar akan ikut tumbuh dan berkembang pesat,” ujar Jasno di Samarinda, Kamis.
Menurutnya, hadirnya infrastruktur transportasi yang lebih tertata dan representatif dapat memberikan dampak lebih luas daripada sekadar memindahkan titik pelayanan penumpang.
Aktivitas masyarakat yang meningkat di sekitar pelabuhan diyakini akan membuka peluang bagi berbagai sektor usaha. Mulai dari kuliner, perdagangan, transportasi, hingga penginapan berpotensi ikut berkembang seiring meningkatnya mobilitas penumpang.
“Bukan hanya sektor UMKM yang akan hidup, sektor jasa transportasi, kuliner, hingga penginapan juga pasti diuntungkan. Ini adalah peluang besar untuk meratakan pembangunan ekonomi,” katanya.
Jasno mengungkapkan, rencana pemindahan terminal penumpang ke Palaran bukan merupakan gagasan baru. Wacana tersebut telah bergulir selama beberapa periode pemerintahan dan hingga kini masih terus dimatangkan melalui koordinasi antarinstansi.
Ia menilai kondisi Palaran saat ini juga semakin mendukung untuk pengembangan kawasan tersebut sebagai simpul transportasi. Infrastruktur dan konektivitas yang semakin berkembang menjadi modal penting untuk mendukung rencana operasional pelabuhan penumpang.
Keberadaan akses jalan tol, jaringan transportasi yang semakin terbuka, serta perkembangan kawasan logistik dinilai dapat memperkuat posisi Palaran sebagai kawasan strategis di Samarinda.
“Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Palaran siap menjadi simpul ekonomi baru. Dampaknya multidimensi, tidak sekadar memindahkan sektor transportasi, tetapi nyata memberikan efek domino bagi kesejahteraan usaha masyarakat,” jelas Jasno.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, salah satunya terkait skema pembiayaan proyek. Persoalan tersebut membutuhkan perencanaan dan kebijakan pemerintah daerah agar pembangunan dapat berjalan sesuai kemampuan fiskal dan kebutuhan daerah.
DPRD Samarinda, kata Jasno, akan terus mengawal pembahasan kebijakan anggaran sekaligus memberikan dukungan dari sisi regulasi. Menurutnya, percepatan diperlukan agar rencana yang telah lama diwacanakan tersebut dapat segera memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.
“Kami di legislatif berharap prosesnya bisa dipercepat. Wacana ini sudah dinantikan sangat lama. Masyarakat Palaran tentu berharap bisa segera merasakan manfaat ekonomi konkret dari operasional pelabuhan penumpang ini,” pungkasnya. (adv/gby)
