Gepeng dan Manusia Silver Masih Bermunculan, DPRD Samarinda Dorong Solusi hingga ke Akar Masalah

screenshot 20260822 200506 1

Aruskata.com, Samarinda – DPRD Kota Samarinda mengapresiasi kesungguhan Pemerintah Kota Samarinda dalam menangani keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng), anak jalanan (anjal), serta manusia silver yang masih ditemukan di sejumlah ruang publik.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Anhar, menilai persoalan tersebut tidak mudah diselesaikan karena terdapat kelompok-kelompok yang dinilai telah terorganisir. Kondisi itu membuat upaya penanganan membutuhkan strategi yang lebih kuat dan tidak dapat hanya mengandalkan penertiban sesaat.

“Memang ada kelompok-kelompok yang terorganisir itu yang susah. Tapi saya lihat ada kesungguhan dari pemerintah kota untuk menangani itu,” ujar Anhar.

Menurutnya, keseriusan Pemkot Samarinda perlu dibarengi dengan penguatan koordinasi antarlembaga. Penanganan gepeng, anjal dan manusia silver melibatkan berbagai aspek, mulai dari ketertiban umum hingga persoalan sosial yang menjadi latar belakang keberadaan mereka di jalanan.

Karena itu, DPRD mendorong adanya pola kerja bersama antara organisasi perangkat daerah (OPD), aparat penegak ketertiban, lembaga sosial serta pihak terkait lainnya. Koordinasi tersebut diperlukan agar proses penanganan dapat dilakukan secara konsisten dan memiliki target yang jelas.

Anhar juga menilai dukungan fasilitas dan anggaran menjadi faktor penting. Menurutnya, penanganan tidak akan optimal apabila pemerintah hanya melakukan operasi penertiban tanpa menyiapkan langkah lanjutan bagi mereka yang telah ditertibkan.

Fasilitas pembinaan, pendampingan dan pemberdayaan perlu disiapkan agar masyarakat yang terjaring penertiban memiliki kesempatan untuk mendapatkan solusi yang lebih baik dan tidak kembali ke jalan.

DPRD juga mendorong agar pemerintah melakukan pemetaan terhadap kelompok-kelompok yang berada di ruang publik. Langkah tersebut diperlukan untuk membedakan persoalan sosial yang membutuhkan pembinaan dengan aktivitas yang diduga melibatkan jaringan terorganisir.

Dengan dukungan lintas lembaga, fasilitas yang memadai dan anggaran yang berkelanjutan, Anhar berharap penanganan gepeng, anjal dan manusia silver dapat dilakukan secara lebih terarah.

Menurutnya, tujuan akhirnya bukan sekadar mengurangi keberadaan mereka di ruang publik, melainkan menciptakan kondisi sosial yang lebih tertib sekaligus memberikan jalan keluar bagi masyarakat yang membutuhkan pembinaan.

“Memang ada kelompok-kelompok yang terorganisir itu yang susah. Tapi saya lihat ada kesungguhan dari pemerintah kota untuk menangani itu,” pungkas Anhar.

DPRD Samarinda berharap keseriusan tersebut terus diperkuat melalui sinergi antarlembaga sehingga penanganan gepeng, anjal dan manusia silver tidak berhenti pada kegiatan penertiban, tetapi berlanjut pada pembinaan dan pemberdayaan yang memberikan hasil nyata bagi masyarakat. (adv/gby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *