Aruskata.com, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk melakukan perencanaan yang matang dalam memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di tengah tantangan fiskal yang dihadapi daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar upaya penambahan guru dapat berjalan efektif tanpa mengganggu stabilitas keuangan daerah.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan persoalan kekurangan guru memang perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Namun demikian, setiap kebijakan yang berkaitan dengan penambahan tenaga kerja harus didasarkan pada perhitungan yang komprehensif dan realistis.
Menurut Helmi, kondisi fiskal daerah saat ini menuntut pemerintah untuk lebih cermat dalam menentukan prioritas pengeluaran. Sejumlah kebijakan efisiensi dan penyesuaian anggaran yang diterapkan pemerintah pusat turut memengaruhi perencanaan keuangan di berbagai daerah, termasuk Kota Samarinda.
“Semua daerah sekarang harus menyesuaikan kebutuhan yang ada. Karena itu setiap kebijakan harus benar-benar dipertimbangkan,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki data dan kewenangan yang lebih lengkap dalam menghitung kebutuhan riil tenaga guru, termasuk proyeksi kebutuhan di masa mendatang serta konsekuensi anggaran yang harus disiapkan.
Karena itu, DPRD menyerahkan aspek teknis perencanaan tersebut kepada pemerintah kota dengan tetap memberikan dukungan melalui fungsi pengawasan dan penganggaran yang dimiliki lembaga legislatif.
“Yang lebih paham tentu pemerintah sendiri. Kami hanya menyarankan supaya setiap penambahan itu dipertimbangkan betul-betul,” katanya.
Helmi menegaskan bahwa DPRD Samarinda berkomitmen mendukung berbagai kebijakan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, seluruh langkah yang diambil harus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian agar tidak menimbulkan tekanan terhadap keuangan daerah di kemudian hari.
Meski demikian, ia memastikan kondisi keuangan Pemerintah Kota Samarinda saat ini masih berada dalam kondisi yang cukup baik, khususnya terkait kemampuan memenuhi belanja pegawai. Kendati demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat dinamika kebutuhan daerah yang terus berkembang.
DPRD Samarinda berharap pemerintah kota dapat menyusun strategi jangka panjang dalam pemenuhan tenaga pendidik, mulai dari pemetaan kebutuhan guru hingga perencanaan anggaran yang berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, persoalan kekurangan tenaga pengajar dapat diantisipasi secara lebih efektif tanpa mengganggu kesehatan fiskal daerah maupun kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat. (adv/gby)
