Aruskata.com, Samarinda – Keterbatasan jumlah peserta didik di SDN Loa Kumbar menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda. Sekolah yang berada di kawasan dengan jumlah penduduk relatif sedikit tersebut saat ini tercatat hanya memiliki tujuh siswa.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan adanya tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pendidikan di wilayah Loa Kumbar. Dari tujuh siswa yang mengikuti pembelajaran, empat di antaranya merupakan siswa kelas VI, sementara tiga lainnya berada di kelas II.
“Di Loa Kumbar sana siswanya hanya tujuh orang, di mana kelas 6 sebanyak empat siswa dan sisanya kelas dua. Untuk gurunya dari sini juga ditugaskan dua orang,” kata Novan, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, minimnya jumlah peserta didik tidak dapat dilepaskan dari kondisi demografi Loa Kumbar. Berdasarkan data yang disampaikan, kawasan tersebut hanya dihuni sekitar 280 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sekitar 120 KK.
“Jumlah warga di sana 280 jiwa dengan jumlah KK-nya 120-an,” sebutnya.
Kondisi tersebut membuat penyelenggaraan pendidikan di Loa Kumbar memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan sekolah di kawasan dengan jumlah penduduk lebih padat. Namun, Novan menegaskan keterbatasan jumlah siswa tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan hak anak-anak di wilayah tersebut memperoleh pendidikan.
Keberadaan SDN Loa Kumbar dinilai tetap memiliki fungsi penting karena sekolah tersebut hadir untuk memberikan akses pendidikan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
Menurut Novan, pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi geografis dan jumlah penduduk dalam menentukan kebijakan pendidikan. Penanganan sekolah dengan jumlah siswa yang sedikit tidak bisa semata-mata menggunakan pendekatan jumlah peserta didik, tetapi juga harus mempertimbangkan akses dan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, persoalan tersebut juga berkaitan dengan keberadaan tenaga pendidik. Saat ini terdapat dua guru yang ditugaskan untuk memberikan pembelajaran kepada siswa di SDN Loa Kumbar.
Novan berharap pemerintah dapat mencari skema yang tepat agar pelayanan pendidikan tetap berjalan tanpa mengabaikan kesejahteraan tenaga pendidik yang bertugas di kawasan tersebut.
Ia menilai diperlukan kebijakan yang lebih adaptif untuk wilayah dengan karakteristik khusus seperti Loa Kumbar. Pemerintah diharapkan tidak hanya melihat efektivitas dari sisi jumlah siswa, tetapi juga memastikan tidak ada anak yang kehilangan akses pendidikan karena tinggal di wilayah dengan jumlah penduduk terbatas.
DPRD Samarinda pun mendorong agar persoalan pendidikan di Loa Kumbar dibahas secara komprehensif bersama pemerintah daerah dan pihak terkait.
Bagi Novan, keberadaan sekolah di wilayah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerataan pelayanan pendidikan. Karena itu, meskipun jumlah siswanya hanya tujuh orang, pelayanan pendidikan tetap harus dipastikan berjalan dan anak-anak di Loa Kumbar tetap memperoleh hak pendidikan yang layak. (adv/gby)
