Aruskata.com, Samarinda – Persoalan banjir yang berulang di sejumlah wilayah Kota Samarinda kembali menjadi perhatian DPRD. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Abdul Rohim, menyoroti belum optimalnya sistem drainase, termasuk saluran pembuangan kolam retensi di kawasan Sempaja, Kecamatan Samarinda Utara.
Menurut Rohim, keberadaan kolam retensi di Sempaja belum memberikan hasil maksimal karena saluran pembuangan akhirnya belum memadai. Air yang ditampung pun belum dapat dialirkan secara optimal menuju sungai.
“Kolam retensi Sempaja sudah tersedia, tetapi saluran pembuangan akhirnya belum siap. Rencana alirannya melalui Jalan PM Noor menuju sungai, namun salurannya masih dangkal dan dipenuhi sampah,” ujar Rohim, Minggu (11/10/2026).
Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda segera mengevaluasi dan membenahi saluran di sepanjang Jalan PM Noor. Pengerukan sedimentasi, pembersihan sampah, serta pemeriksaan elevasi saluran dinilai penting agar aliran air menuju titik pembuangan akhir tidak terhambat.
Rohim menyebut persoalan tersebut mencerminkan sejumlah masalah drainase yang ditemukan di titik rawan genangan lainnya. Mulai dari pendangkalan akibat sedimentasi, penumpukan sampah di gorong-gorong, hingga konstruksi saluran yang tidak mendukung kelancaran aliran air.
Ia juga menyoroti ketidaksesuaian elevasi atau kemiringan saluran. Menurutnya, terdapat saluran yang justru mengalami kenaikan pada bagian hilir sehingga air tertahan dan berpotensi meluap ke jalan maupun permukiman.
“Masalah elevasi ini sering kami temukan. Seharusnya saluran menurun menuju sungai, tetapi justru ada bagian yang lebih tinggi sehingga air tertahan dan meluap ke jalan,” jelasnya. (adv/gby)